Tudingan Bumi Nugroho Yang Menyeret Nama Kabid Ico Rahmawati Diduga Hoax.
Cari Berita

Advertisement

Tudingan Bumi Nugroho Yang Menyeret Nama Kabid Ico Rahmawati Diduga Hoax.

Sabtu, 09 Desember 2023

Bima, Redaksi Portalntb.net-- Dugaan pemotongan dana tunjangan fungsional guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun tunjangan guru ASN yang menyeret nama Kabid PTK Dikbupora Kabupaten Bima Ico Rahmawati menjadi bahan perbincangan masyarakat luas. 

Informasi tersebut bersumber dari  (Medsos) melaui Acun Facebook pribadi bernama Bumi Nugroho yang di unggah beberapa Minggu lalu.  Dalam unggahannya,  Bumi Nugroho menghujat Ico Rahmawati yang diduga memotong dana tunjangan guru ASN dan tunjangan fungsional guru non Aparatur Sipil Negara Tampa menyebut salah satu nama yang di duga sebagai korban. 

Atas tindakan yang disampaikan oleh Bumi Nugroho tersebut, pihak Kabid PTK Dikbupora Bima Kabupaten Bima Ico Rahmawati , membatah keras tudingan tersebut. Bahkan kata Ico kepada sejumlah Awak Media pada Sabtu (9/12/2023) sekitar pukul 10:12 Wita, ungkapan Bumi Nugroho melalui Acun Facebook-nya itu merupakan narasi profokasi saja. 

" Kalau ingin membongkar hal itu jangan tanggung tanggung , sebutkan saja nama namanya siapa korbanya, nilai pemotongannya berapa ..? Jangan asal nyam nyam di Facebook . Buktikan nama korbanya . " Tegas Ico. 

Dan perlu saya jelaskan , lanjut Ico Rahmawati,  bahwa yang berkaitan tunjangan fungsional dan guru non Aparatur Sipil Negara (ASN), semua masuk melalui masing masing nomor rekening bersangkutan . Dan tidak ada main main potongan seperti apa yang di sampaikan oleh Bumi Nugroho melalui Acun Facebooknya. Bantahnya. 


Ketidak benaran alias Hoax yang disampaikan oleh Bumi Nugroho terjawab juga oleh sejumlah guru asal Kecamatan Tambora dari SDN Kawinda Toi, bernama Syafruddin SPd, . Kata Syafrudin  tidak ada pemotongan dana tunjangan guru ASN dan tunjangan fungsional guru non Aparatur Sipil Negara oleh Kabid PTK Dikbupora bernama Ico Rahmawati. Ngawur alias ngga ada kerja saja. Dan dugaan kami, kebanyakan unggahan kebencian di Facebook yang menyeret nama nama pejabat berujung itu ini,  habis itu cari lagi mangsa lain tembak lagi emang ngga ada kerjaan . Tegas Syafrudin kepada Media Portal. (πŸ…°️)