Bima. Portalntb.net--- Musyawarah Kegiatan Kepala Sekolah (MKKS) tingkat SMP Negeri/ Swasta se Kabupaten bima, pada Senen (21/3/2022) berlangsung khidmah.
Musawarah yang bertempat di Aula SMPN 2 Bolo Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, turut dihadiri oleh seluruh pejabat Kepala sekolah tingkat SMP Negeri maupun swasta dengan mengagendakan dua pembahasan yakni, tentang USB TP 2021/2022 serta Sosialisasi Kurikulum Merdeka.
Hadir dalam kegiatan itu DR Karyadin, Maman M.Pd, Kabid Dikdas Lingkup Dikpora Kabupaten Bima, Khusnul Khatimah S.S. Dalam mengawali acara tersebut, Kabid Dikdas Dikpora Kabupaten Bima Khusnul Khatimah S.S, dalam sambutan mengatakan, diera kemajuan sekarang digital yang bersifat online diharapkan semua kepala sekolah untuk belajar dan memahami terkait aplikasi karena semua kegiatan harus berubah bersifat online. Meski pihak kepala sekolah belum paham tentang cara ITE, diharapkan untuk belajar belajar bareng dengan petugas operator.
Lebih lanjut dikatakan Kabid Dikdas, bahwa sekarang ini bukan saatnya lagi untuk bersaing satu sekolah dengan sekolah yang lain karena dengan era kolaborasi pihak kepala sekolah yang mampu harus membimbing kepala sekolah yang belum mampu sehingga berjalan lancar.
Sementara Plt MKKS H. Maskur yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini menyampaikan, bahwa materi yang diberikan dalam Rapat Kerja Kepala Sekolah ini yakni, tentang USB TP 2021/2022 dan Sosialisasi Kurikulum Merdeka. Menurut dia, para Kepala Sekolah harus berperan langsung sebagai Supervisor dalam mengobservasi guru bisa memberikan kritikan yang membangun tentang strategi mengajar di sekolah.
Dia menambahkan, Strategi mengajar seorang guru sangat berpengaruh terhadap antusiasme siswa dalam menerima materi yang diajarkan guru, long time memory atau yang biasa disebut memori jangka panjang seorang siswa, muncul persepsi siswa bahwa tidak ada pelajaran yang sulit serta keberhasilan belajar siswa.
Lebih lanjut lagi di sampaikan oleh H.Maskur, bahwa terkait ujian praktek tingkat siswa dimajukan sebelum memasuki bulan puasa. Dia berharap dalam pertemuan itu untuk tetap menjaga keseimbangan antara hubungan sosial, kerja, kesehatan, dan spiritual, " ungkapnya.
Dan menariknya lagi, pihak bendahara MKKS mengeluhkan sejumlah uang yang diduga ditarik dari pihak kepala sekolah masing masing 50.000, telah habis. Dan Keluhan ini spontanitas diungkapkan saat sejumlah oknum wartawan meminta dana liputan. (Ami).
