Portal NTB - Menanggapi, keluhan Kepala Sekolah dan guru- guru pada SDN 10 Sila Kec.Bolo kabuparten Bima Provinsi NTB yang tidak memiliki ruangan khusus untuk kepala sekolah mendapat tanggapan dari para pemerhati pendidikan, salah satunya adalah Drs.Salahuddin.
Kepada Portal NTB, ketika dimintai tanggapannya, Salahuddin menjelaskan dalam rangka meningkatkan mutu sarana dan prasarana pendidikan, maka Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah membuat sistim pemusatan data tempat belajar skala nasional yang dinamakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik),” ujarnya.
Dijelaskan Alumni STKIP Bima angkatan 1990 ini bahwa manfaat Dapodik bagi sekolah sekolah sangat penting sebagai landasan digunakan untuk menjaring semua data terkait data kelembagaan dan kurikulum sekolah, data siswa, data guru dan karyawan, serta data sarana dan prasarana setiap sekolah di seluruh Indonesia bahkan hingga sekolah-sekolah Indonesia yang berada di luar negeri sekalipun,” kata Salahuddin yang akrab di sapa Dae Ompu itu.
Dikatakannya, Dapodik merupakan informasi krusial bagi semua pendidik maupun tenaga kependidikan. Karena sejak tahun 2012 hingga sekarang data terkait sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta murid sudah menjadi satu didalamnya.
Mantan Ketua Senat STKIP Bima ini menuturkan, Tujuan dibuatnya dapodik tidak lain adalah sebagai sumber informasi bagi Kemendikbud tentang kondisi sekolah di seluruh Indonesia yang selanjutnya, informasi tersebut akan digunakan sebagai dasar pembuatan kebijakan oleh pemerintah, baik ditingkat kabupaten maupun provinsi dan pemerintah pusat.
Oleh karena itu, kata Dae Ompu, pihak sekolah harus segera menyusun Dapodik yang diperlukan Dinas terkait dan pihak dinas pun jangan tutup diri untuk membantu menyusun dapodik tersebut barangkali Kepala sekolah serta guru-guru yang belum memahami tentang cara penyusunan Dapodik yang benar mengingat penyusunan dapodik ini memiliki aplikasi tersendiri.
Dikatakan Salahuddin, terkadang sikap gengsi antara pihak sekolah dan dinas terkait untuk saling berkomunikasi terkadang bisa menjadi penghambat dalam hal penyusunan dapodik. Jika gengsi dipertahankan maka malapetaka bagi dunia pendidikan itu sendiri yang berakibat terganggunya nasib anak didik di masing2 sekolah.
Karena itu Salahuddin berharap, agar Kepala Sekolah serta Guru-guru SDN 10 Sila atau sekolah sekolah lain yang memiliki keluhan yang sama terkait sarana dan prasarana sekolah yang tidak memadai untuk melakukan komunikasi rutin dengan dinas terkait agar semua bisa berjalan lancar. Hilangkan ego serta gengsi masing masing demi anak didik (siswa) sebagai generasi penerus bangsa dan Negara. (Sarif y.k)
