Aksi Di Kantor Desa Timu Menuntut Tujuh Tuntutan
Cari Berita

Advertisement

Aksi Di Kantor Desa Timu Menuntut Tujuh Tuntutan

Minggu, 28 November 2021


Bima. Portalntb.net--- Aliansi Masyarakat Desa Timu Kecamatan Bolo Kabupaten Bima, menggelar aksi demo di depan halaman Kantor Desa Timu Senen tanggal 29 November tahun 2021 sekitar pukul 9:28 Wite.


Aksi yang mendapat pengawalan sejumlah aparat gabungan baik dari pihak Kepolisian, TNI, maupun Pol PP wilayah setempat,  membuat  sejumlah kendaraan yang melintas pada ruas jalan sedikit terhambat.  Dalam aksi mereka menuntut pihak Kepala desa Timu Fikrin S.Adm, maupun Lembaga BPD berpihak pada kepentingan masyarakat terkait adanya dugaan temuan sejumlah anggaran ADD tahun 2021.



Dalam pelaksanaan tata pembangunan desa, berbagai macam problem telah banyak ditemukan dugaan korupsi sepanjang tahun 2021 melalui anggaran dana desa  yakni, penyalahgunaan anggaran pembelian 10 ekor bibit sapi senilai Rp 81.700.000,  program rehab ringan atap 4 unit rumah senilai Rp 40. Juta,  pelaksanaan peningkatan saluran irigasi di Dusun II sebesar Rp 30 Juta, pelaksanaan irigasi tersier dusun bugis sebesar Rp 60 juta,  pembukaan gang baru atau pembangunan jalan lingkungan pemukiman di dusun Bugis Rp 20 juta. 




Selain itu pihak aksi juga menuntut Lembaga BPD Desa Timu segera mengajukan surat mosi tidak percaya kepada DPMDes terkait dugaan penyewengan anggaran tahun 2019 untuk pembelian alat musik tradisional.


Disamping itu pula,  pihak aksi juga mengacam jika Kepala Desa Timu tidak melaksanakan semua program sebgaaiman yang di cantum melalui lembaran pernyataan,  maka di mintai kepada BPD segera mengajukan permohonan pemberhentian sementara kepala Desa Timu kepada Bupati Bima karena di nilai pemimpin yang gagal. 


Semntara terkaitnya aksi ini,  pihak Kepala Desa Timu Fikrin S.Amd maupun Silaturrahman S.Pd (Sekdes Red),  belum bersedia memberikan tanggapan. Dari  korlap aksi  M.Jailani bersikap tegas meminta Kades Timu untuk bertanggung terkait dugaan aliran dana tersebut. 


" kami akan menggelar aksi besar besran bilamana pihak kepala desa tidak.mau bertanggung terkait dugaan semua ini " tegasnya. (Ami)