PORTALNTB.TOP | BIMA--- Blusakan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima , Safru Adi (Safa'ad ), pada wilayah Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima , Minggu (18/10/2020), membludak.
Pasangan Safru Ady yang tiba sekitar pukul 11:00 Wita, disambut dengan meriah oleh warga desa bolo kecamatan madapangga sehingga, titik perempatan jalur cabang bolo mengalami kemacetan.
Dari pantauan langsung media ini, rombongan simpatisan Pasangan Safru Ady baik yang menggunakan roda dua dan empat, tidak pernah putus putus mulai dari arah cabang bolo hingga memasuki perempatan cabang desa dena masih mengalami terlihat kemacetan yang cukup hebat, sehingga arus kendaraan saat itu banyak dialihkan ke jalur menuju arah lapangan desa dena.
Meski diteriknya sinar matahari yang cukup panas, simpatisan Safru Ady yang berseragam biru muda saat itu, tak pernah patah semangat untuk terus berteriak yel yel " Perubahan " serta mengajak para warga sepanjang jalan untuk memilih nomor 2 ✌Safru Ady.
Dalam perjalanan menuju desa campa kecamatan Madapangga, lebih kurang 800 simpatisan Safru Ady yang menggunakan roda dua dan empat, sempat memikat para warga desa terkait berhamburan keluar dari rumah ke rumah untuk menyambut kedatangan simpatisan Safru Ady. Mereka saling menyapa dengan warga mengajak untuk memilih Pasanagan Safru Ady nomor urut 2 ✌sebagai pemimpin yang siap membawa bima kearah perubahan.
Saat menyapa warga desa terkait, pihak simpatisan Safru Ady, banyak mendapatkan terkait selama 5 tahun kepemimpinan umi dinda dahlan.
Warga berkata kepemimpinan Dinda Dahlan selama menjabat Bupati dan Wakil bupati bima, hanya diperuntungkan bagi orang orang terdekatnya saja. sementara, masyarakat yang pernah berjuang habis habisan untuk mengantarnya jadi bupati, hanya dipandang sebelah mata. Dan apalagi tim tim dari umi dinda yang ada didesa campa sekarang ini Waduh banyak yang lari keluar ada yang ke safa,ad dan ada yang ke iman. " Intinya tidak pernah diperhatikan hingga sekarang. " Ungkap para warga.
Dalam keluhan para warga tersebut, juga diperkuat oleh salah seorang mantan tim IDP atas nama Sudirman asal dusun lara desa tambe kecamatan bolo.
Menurut yang di kisahkan oleh Sudirman kepada Media ini, kepedihan yang dirasakan saat mendukung IDP pada Pilkda tahun 2015, benar benar tidak bisa terlupakan. " kesengsaraan".
" Mobil pribadi saya waktu itu, digunakan untuk alat kampanye IDP. Dan saat itu pun mengalami kehancuran akibat dilempar oleh orang tak dikenal. Dan belum lagi ikan yang dibawa ke pandopo dengan menggunakan box " Waduh" setelah terpilih jadi Bupati , jangankan ditanya gimana khabar, ketemu z saat dia datang di desa tambe, astagfirllah, Nauzu billah, justru ngga kenal. Mulai itu saya bangkit untuk berjalan dari desa ke desa dari kecamatan ke kecamatan untuk menghimbau agar sahabat sahabat yang baru bergabung menjadi tim IDP tahun politik 2020, berpikir seribu kali sebelum melangkah. " Harap Sudirman. (PRT)


