Siswi Menilai Isu Pemotongan PIP SMPN 1 " Narasi Kebohongan "
Cari Berita

Advertisement

Siswi Menilai Isu Pemotongan PIP SMPN 1 " Narasi Kebohongan "

Minggu, 28 Juni 2020


PORTALNTB.TOP, | BIMA-- Isu yang berkembang terkait keterlibatan Maman S.Pd M.Pd (Kasek red), atas dugaan pemotongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) pada tingkat SMPN 1 Madapangga Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, dibantah oleh salah satu tenaga pendidik sekolah setempat.

Bantahan tersebut, disampaikan oleh Mulyati S.Pd selaku Wakasek kesiswaan sekolah setempat yang dihubungi oleh media ini Minggu (28/6), siang sekitar pukul 11:53 Wita.

Menurut dia, dana bantuan program indonesia pintar bagi siswa siswi SMPN 1 Madapangga tidak ada kaitan dengan pihak yang bersangkutan (Kepsek red). 

" Setahu kita peserta didik sendiri yang menarik langsung bantuan PIP pada BANK BRI, bukan pihak sekolah. Dan itu berdasarkan permintaan langsung orang tua murid. Jadi lebih jelasnya, pak wartawan tanya langsung pada pihak siswa siswa SMPN 1 Madapangga, biar informasi yang dimuat nanti tidak menuai kebohongan publik. " pinta Mulyati dengan tegas.

Untuk lebih jelas terkait isu tersebut, tim portalntb.top kembali menelusuri pada pihak BANK terkait. Dan salah satu karyawan BANK BRI atas nama Rahmi berhasil dihubungi

Rahmi yang merupakan karyawan BANK BRI Cabang Bolo, Kecamatan Madapangga yang dihubungi melalui Via Handpone 08113671XXX Minggu (28/6) sekitar pukul 12:00 Wita, Membenarkan bantuan PIP ditarik langsung oleh masing masing siswa siswi sekolah terkait tampa ada bantuan dari pihak tenaga pendidik sekolah setempat.


" Memang benar penarikan uang bantuan PIP tersebut adalah siswa siswa sekolah smpn 1 madapangga itu sendiri. Dan bukan pihak guru atau kepala sekolah yang bersangkutan. " ungkap Rahmi.

Selain beberapa sumber yang membantah isu dugaan pemotongan bantuan PIP tersebut, juga di kalangan siswi sekolah setempat membantah seputar informasi terkait. 

Menurut Nurul Hikmah dan Fitri Ramdani yang merupakan siswa penerimaan bantuan PIP tahun yang lalu menilai informasi itu hanya mengada ngada saja.

" Ngga ada Kepala Sekolah kita yang memotong bantuan PIP kita ambil sendiri di bank BRI dengan persyaratan membawa KK, dan Akte Kelahiran. Dan jumlah yang kita tarik Rp 750.000.

Dan kalau pun ada yang menyampaikan informasi itu , lanjut kedua siswa tersebut, itu hanya narasi dongen saja." pinta kedua siswa yang dimintai tanggapan Minggu (28/6). 

Maman S.Pd M.Pd (Kasek SMPN red), yang dihubungi terkait dugaan isu tersebut,  membantah dengan keras. Kata dia, Untuk bantuan  PIP pihak siswa dibekali masing masing buku rekening.

" Siswa kan yang menerima langsung di bank bukan kepala sekolah ataupun guru. Tanya pada pihak wakasek kesiswaan atau, petugas Bank BRI terkait. 

Sementara terkait dengan adanya dugaan dana anggaran covid, kata Maman, berdasarkan Permen nomor 3 tahun 2020 tentang juknis dana bos . tidak ada dana covid dan itu tdak diatur . hanya perkembangan covid maka mendiknas melalui siaran pers menghimbau bahwa dana bos tahun 2020 boleh atau tidak  digunakan penangan covid 19. Artinya bisa ya bisa tidak, " jelas Maman (***)