Mantan Tim IDP Bersuara, Ustadz A.Malik Mengajak Memilih Pemimpin Amanah
Cari Berita

Advertisement

Mantan Tim IDP Bersuara, Ustadz A.Malik Mengajak Memilih Pemimpin Amanah

Kamis, 19 Maret 2020



PORTALNTB.TOP, | BIMA - Ratusan relawan pemenangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima, dari Pasangan Safru Ady (SAFA'AD) menggelar pertemuan terbuka pada hari Kamis, (19/3/2020).

Acara tersebut, beralngsung di kediaman Ustadz Abdul Malik warga Rt 08 Dusun kore Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima NTB.

Hadir pada kesempatan itu, salah satu anggota DPRD Kabupaten bima dari Partai Nasdem Ahmad SH, Sekretaris 1 Partai Golkar Kecamatan bolo, Muhtar mantan Ketua Tim IDP, Hamdan mantan Ketua Laskar IDP, serta puluhan mantan anggota tim IDP yang lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Muhtar menceritakan, bahwa dirinya bersama teman teman lain berhasil mengatarkan pasangan IDP Dahlan menjadi Bupati dan wakil bupati bima terpilih, sejak saat itu hingga sekarang dirinya sangat berharap untuk diperhatikan. Namun, setelah dia menjadi orang ternyata jauh apa yang diharapkan. 


" sampai kapan pun umi dinda ngga bakalan berubah, tetap itu itu aja wataknya. Jangankan untuk mengakomodir timnya, urusan daerah saja sudah ngga bisa dipercaya lagi. Yah buktinya 5 tahun dia menjadi bupati bima, apa yang dibanggakan dan dibicarakan. Dan yang pasti, kami menilai beliau (Umi Dinda red), sejak menjadi bupati bima hanya sebuah pencitraan.

Kami sadar siapa umi dinda sebenarnya. " Tambah  Muhtar yang berwajah kesal.

Sementara pada tempat terpisah,  Ustadz Abdul Malik sangat berharap agar masyarakat lebih berhati hati untuk memilih pemimpin.

" Karena para dasarnya, para calon kebanyakan berpikir tentang cara untuk mengembalikan modal sebagai prioritas utamanya, bukan untuk menjalankan sebuah amanat yang besar di pundaknya, agar tercipta sebuah tatanan masyarakat yang maju dan bermartabat.

Bila yang terpilih orang yang tak mampu memegang amanat, maka tinggal menunggu kehancurannya.

Hal ini seperti disebut di dalam Alquran, dalam Surat Al Isra 16 yang berbunyi:

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

Artinya: Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang yang hidup mewah di negeri itu (agar menaati Allah), tetapi bila mereka melakukan kedurhakaan di dalam (negeri) itu, maka sepantasnya berlakulah terhadapnya perkataan (hukuman Kami), kemudian Kami binasakan sama sekali (negeri itu).

Oleh karena demikian sambung Ustadz Abdul Malik, saya mengajak seluruh masyarakat bima untuk sama sama bersatu menjeput perubahan demi mewujudkan bima yang makmur dan sejahtera. " pinta Abdul Malik. (Yan)