Oknum ASN Menyebut Baliho Literasi, Rijal Patikawal Menyebutnya Akal-akalan Oknum ASN "Penjilat"
Cari Berita

Advertisement

Oknum ASN Menyebut Baliho Literasi, Rijal Patikawal Menyebutnya Akal-akalan Oknum ASN "Penjilat"

Selasa, 18 Februari 2020


| PORTALNTB.TOP - BIMA | "Rakyat menyambut pesta demokrasi itu dengan kegembiraan, dengan antusiasme yang tinggi, serta kedewasaan politik yang semakin matang," ujar Rijal

Namun, sambung aktifis ini, lihatlah ketika dalam prosesnya yang paling banyak kita jumpai adalah aksi saling kecam, saling ancam dan saling menyalahkan satu calon dengan calon yang lain. 

Aksi itu terlihat sangat lebih mendominasi jika dibandingkan dengan aksi penjabaran visi bangsa ini ke depan. Secara emosional mereka larut dalam masalah tuduhan black campaign, sibuk mengatur siasat kemenangan dengan berbagai cara untuk membuat serangan balik. Sehingga tanpa sadar mengabaikan tugas negara yang saat ini masih menjadi tanggung jawabnya. 

Lantas mereka berdalih, inilah harga mahal dari sebuah demokrasi. Demokrasi itu harus ada yang dikorbankan, seperti contoh yang terjadi sekarang ini terlihat salah seorang oknum ASN yang diduga melakukan politik praktis. 

Peristiwa ini diketahui bernama Drs A Salam Gani, pejabat Sekretaris Dinas Dikbupora Kabupaten Bima, yang viral melalui Medsos yang diduga sedang menyerahkan baliho salah satu kandidat calon Bupati Bima (Petahana,red) kepada Ketua Tim Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima. 

Terkait hal tersebut, salah seorang aktifis bernama Rijal Patikawal asal Desa Bolo Kecamatan Madapangga mengecam tindakan oknum ASN tersebut yang  melanggar ketentuan undang-undang yang berlaku. 

Saat dimintai tanggapan awak media ini via Handponenya pada Rabu malam, bahwa oknum ASN tersebut menyebutnya bukan baliho politik. "Itu baliho literasi," ucap oknum ASN itu. 

Atas pernyataan oknum ASN tersebut, aktifis yang sering dikenal tufe, tufe, tufe ini, menilai itu hanya akal-akalan dari oknum ASN yang "penjilat".

"Ko baliho literasi diserahkan kepada yang bukan wewenangnya, ini sangat konyol," tandas Rijal. 

"Itu yang menerima baliho Petahana adalah Ketua Tim IDP Kecamatan Madapangga (suami Dodi dari tim Jender IDP,red). Jadi  pernyataan  oknum ASN terkait baliho literasi itu sangat tidak benar," kata Rijal.

Rijal mendesak ketegasa Bawaslu Kabupaten Bima untuk menyikapi serius terkait keterlibatan oknum ASN tersebut.

"Kejadian ini jangan sampai masuk "angin". Kalau tidak, jalur protokol Desa Bolo sementara akan kami blokir," ancam Rijal.(Tim)