Kebohongan IDP Dahlan Terbongkar. GERINDRA Out Dari IDP
Cari Berita

Advertisement

Kebohongan IDP Dahlan Terbongkar. GERINDRA Out Dari IDP

Kamis, 13 Februari 2020


PORTALNTB.TOP, | BIMA- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) tingkat Kabupaten Bima, secara resmi mencabut dukungan terhadap pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bima IDP Dahlan.

Keputusan ini berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh DPD Partai Gerindra Kabupaten bima dengan nomor : 2020/DPC-Kab.Bima/II/2020 tanggal 27 Janwari 2020 melalui hasil rapat DPC Partai Gerindra Kab.Bima dengan seluruh PAC se Kabuten Bima, pada tanggal 2 januari
2020.

Dalam surat yang dikeluarkan tersebut,  sebagai tindak lanjut atas pernyataan terkait dugaan penghianatan Hj Indah Damayanti Putri, SE dan Drs H. Dahlan M. Nor (Dinda-Dahlan) terhadap pakta integritas yang
mereka tanda tangani di DPP Partai Gerindra tanggal 13 Agustus 2015 saat mencalonkan diri menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima. 

Sebagai partai pengusung pasangan Dinda-Dahlan tahun 2015 hingga terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Bima, Partai yang berlambang burung garuda ini telah melakukan evaluasi kinerja, relasi dan kontribusi terkait dicabutnya dukungan koalisi terhadap Cabup dan Cawabup untuk pasangan Dinda Dahlan yang memutuskan :

1. Menolak Dinda-Dahlan diusung kembali oleh Partai Gerindra dalam pilakda 2020, karena selama mereka menjadi
Bupati dan wakil Bupti bima, Partai Gerindra Kab.Bima tidak pernah dibantu untuk penguatan organisasi dan penguatan
kader Partal Gerindra, PAC-PAC dan anak ranting tidak pernah dibantu sama sekali.

2 Dalam hal perjuangan politik kader partai gerindra, Dinda-Dahlan tidak pemah membantu, bahkan terang-terangan
melakukan konspirasi dan mobilisasi massa serta memberikan dukungan kepada lawan politik kader gerindra, dalam
Pilkada Gubenur NTB misalnya , Dinda selaku Bupati Bima mengorganisir kekuatan sector fomal dan ASN untuk
mendukung Suhaili yang merupakam calon gubemur lawan kader Gerindra, sementara Dahlan selaku wakil Bupati
Bima secara terang-terangan pula mendukung Dr.Zukifimansyah yang juga calon Gubenur lawan lawan kader
Gerindra. Dan dalam pemilu Presiden dan legisiative, Dahlan berdomisili di dapil yang sama dengan ketua DC Partai
Gerindra Kab. Bima. di TPS Dahlan tidak ada satupun suara Partal Gerindra dan Kader Gerindra, justru Dahlan
mengkonsolidasi kekuatan sekaligus mengarakan massa untuk mendukung partai demokrat. Kami menilai tindakan
Dinda-Dahlan adalah satu tindakan politik untuk melemahkan posisi politik Partai Gerindra dan kader Partai Gerindra
Kab. Bima, Ketua DPC Gerindra digagaikan mendapat kursi legislative oleh Dahlan yang mengaku kader Partai
Gerindra, dan Partai Gerinda harus menerima kenyataan dengan mendapat 5 kursi keterwakilan DPRD Kab. Bima
dan harus rela diposis wakil ketua 2 DPRD Kab. Bima.

3.Komunikasi poitik dinda -dahlan dengan DPC Partai Gerindra Kab. Bima tidak permah dilakukan. Dinda-Dahlan hanya
melakukan komunikasi politik dan icbi-obi ditingkat DPD dan DPP Partai Gerindra, kami menganggap sikap politik
Dinda-Dahlan ini adalah pelanggaran etika poltik yang fatal. DPC Partai Gerindra Kab. Bima adalah ujung tombak
politik pemenangan dinda-dahlan dalam pilkada 2015, setelah mereka berhasil menjadi bupati dan waki bupati bima,
Partal Gerindra di hianati, di dzolimi, empat tahun dinda dahlan menjdi bupati dan waki bupati bima, dinda dahlan
tidak pemah sama sekali menunjukan pertangungg jawaban secara moral kepada partai gerindra, sebagimana yang
mereka tanda tangani dalam pakta integritas di DPP Partai Gerindra pada tanggal, 13 agustus tahun 2015, khusunya
poin 6 dan 7 (tertampir)

4 Jika kita mengingat perjuangan Partai Gerindra Kabupaten Bima di kantor KPUD Kab Bima, berkas administrasi
dinda-dahlan sudah ditolak oleh KPUD Kab. Bima karena belum mendapat rekomendasi dari Partai Golkar agung
laksono. Ketua DPC dan sekretarsi DPC Kabupaten Bima, menjaminkan nyawa untuk mengamankan perintah DPP
Partai Gerindra untuk mengusung dinda-dahlan. KPUD dikepung brimob bersenjata lengkap, ketua dan sekretaris
DPC Gerindra Kab. Bima ditodong senjata, karena perintah partai mengamankan dinda-dahlan nyawapun
dipertaruhkan. Namun setelah dinda-dahlan menang pilkada, Partai Gerindra yang pertama mereka musuhi, jangankan
balas budi dan jasa untuk Partai Gerindra, balas sms dari partai gerindra (ketua dan sekeretaris DPC gerindra kab.bima) pun
dinda-dahlan tidak mau.

5. Dalam hai proses penjaringan bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati bima 2020, dinda mendaftar dan
meyerahkan berkas administrasi pendaftatran kepada partai gerindra, dilakukan diwarung makan. Kami memandang
Sikap Dinda ini adalah sikap yang tdak menghormati, marwah Partai Gerindra sebagai institusi politik resmi. Partai
Gerindra sudah mangarahkan Dinda agar pendaftaran diakukan dilakukan di kantor secetariat DPC partai Gerindra
Kab. Bma, namun tidak dindahkan sama sekali. Atas tindakannya ini Partai Gerindra menganggap Dinda tidak
merghormati Partai dan kader Gerindra

6. Pada saat Desk Pilkada Partai Geindra melakukan Vis-Misi dan Fit and Properties pada tanggal 6 januari 2020,
Dahlan hadir menyerahkan makalah, kemudian pulang. Dahlan tidak menyampaikan Visi-Misi dan Fit and propertes
Desk piakda Partai Gorindra, Atas sikapnya tersbut. Partai gerindra menganggap dahlan menginjak-nginjak marwah
dan ketormatan Partal Gerindra.
Demikian surat penolakan ini dibuat, agar menjadi bahan pertimbangan DPP Partai Gerindra dalam hal Rekomendasi
Partai Gerindra dalam pilkada Kabupaten Bima 2020.
DEWAN PIMPINAN CABANG (DPC)
PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA)
KABUPMENEMA
Ketua,
Sekretaris,
GERINDRA
BAHARUDIN, S.H
H. SYAMSUDIN, S So5. S.H
KABU
PARTA
DEWAN PIMPINAN PUSAT
GERINDRA
QERINDRA
PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA
PAKTA INTEGRITAS
KOMITMEN CALON KEPALA DAERAH ATAU CALON WNAKIL KEPALA DAERAH
PARTAI GERAKAN INDONESIA RAYA (GERINDRA)
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
HiiNDAH DHAMAYANTI PUTRI
Gubernur/wekiteubernur/Bupati/Wakil-Bupeti/Walikota/Wekit Walikota") ..........
Nama Calon
Status Calon

Dengan drama kebohongan yang dimainkan oleh kedua pasangan tersebut, (Dinda Dahlan), pihak pengurus Partai Gerindra kabupaten Bima telah memutuskan melalui rapat untuk mencabut koalisi dukungan terhadap pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bima IDP Dahlan pada Pilkada 2020." beber Asar melalui Press Rilisnya. (Tim)