PORTALNTB.TOP, | JAKARTA- Jum’at kemarin (27/12/2019) aktivis mahasiswa yang terhimpun dalam Persatuan Mahasiswa Nusa Tenggara Barat Jakarta (Persma NTB Jakarta) melakukan aksi demostrasi di depan kantor Penghubung NTB (Wisma) jalan Garut No.5, Menteng, Jakarta Pusat.
Aksi yang tdak mendapat respon dari pihak kantor terkait, kawan-kawan aktivis mahasiswa kembali menyuarakan hal yang sama, mendesak Presiden dan Wakil Presiden Cq Menteri Dalam Negeri segera mencabut kembali penetapan Dr.H.Lalu Gita Aryadi sebagai Sekda NTB. Selain mendesak pemerintah pusat, mereka juga meminta Gubernur NTB segera mencopot Lalu Gita sebagai Sekda NTB dan menunjuk Sekda yang baru, karena dinilai Lalu Gita diduga telah melakukan cara-cara yang kotor dan jahat dengan melakukan praktek penyuapan dalam proses penetapannya sebagai Sekda NTB.
"Kami minta keseriusan KPK di kepemimpinan Komjen Pol Firli bahuri memanggil para pihak terkait termasuk sekda NTB Terpilih. Hal ini di sampaikan Imam Budi, Ketua Umum Persma NTB Jakarta." ungkapnya yang dikirim melalui rilis ke media ini pada Juma’at (07/01/2020).
Lanjut Budi, “selain masalah diatas kami juga menuntut keadilan dan komitmen pemerintah NTB atas ketidak adilan bagi sebagian masyarakat NTB, khususnya di ujung timur Pulau Sumbawa yang selama ini mengalami anak tiri pembangunan, mulai sejak zaman Gubenrnur Lalu Serinata dan Gubernur TGB selama 10 tahun. Saat ini di lanjutkan lagi oleh anteknya TGB yakni Gubernur DR Zulkieflimansyah dan Wagub NTB Dr Rohmi Jalilah yang juga kakak kandungnya TGB”.
“Ketidak adilan ini bukan hanya saja pada sektor pembangunan, .pemerintah provinsi di dominasi oleh satu etis sasak Hal ini bisa dilihat atas penetapan H.Lalu Gita Ariyadi sebagai Sekda NTB yang saat ini sudah di lantik oleh Gubernur” ujar, Budi.
“Dalam proses penetapanya kuat dugaaan kami, bahwa Lalu Gita telah melakukan penyuapan terhadap ketum PB NU atas lobi-lobi politik terkait pengangkatanya sebagai sekda NTB, mengingat pengangkatan sekda adalah kewenangan Presiden/Wapres melalui Mendagri.
Praktek dugaan kong kalingkong ini bisa terkonfirmasi dengan informasi yang masuk dari kami, bahwa PB NU telah mengirim surat ke Wakil Presiden RI Prof. DR. KH. Maruf Amin pada tanggal 11 November 2019 agar nama Lalu Gita di pilih sebagai sekda NTB dan surat tersebut di tanda tangani langsung oleh ketua Umum Prof.Dr.KH.Said Aqil Siraj.
Terkait masalah ini, kami yang terhimpun dalam Persatuan Mahasiswa NTB Jakarta (Persma NTB Jakarta) menyampaikan beberapa tuntutan” tegas,Imam Budi yang juga Ketua HMI Cabang Jakarta Timur.
“Pertama, meminta KPK memanggil KH Agil Siradj selaku ketua Umum PB NU untuk mengklarifikasi atas surat yang di tujukan kepada wakil presiden RI prof KH Ma'aruf pada tanggal 11 November 2019 agar nama Lalu Gita Aryadi di pilih sebagai Sekda NTB. Kedua, meminta KPK memanggil H.Lalu Gita Ariyadi karna kuat dugaaan kami telah melakukan penyuapan terhadap ketum PB NU atas lobi-lobi politiknya terkait pengangkatanya sebagai sekda NTB.
Lanjut, Budi Meminta pemerintah pusat untuk segera mencabut kembali penetapan Lalu Gita sebagai Sekda NTB. Dan yang ke empat, meminta Gubernur NTB segera mencopot Lalu Gita sebagai Sekda NTB dan menunjuk Sekda yang baru Serra yang Kelima, Penetapan Lalu Gita sebagai Sekda NTB sangat melukai rasa keadilan”.
“Jika kelima poin tuntan diatas tidak di respon dengan baik, maka kami akan melakukan konsolidasi lebih masif lagi dan mengajak semua eleman mahasiswa yang lain agar ikut bergabung malakukan aksi unjuk rasa terus-menerus selama dua kali dalam seminggu dengan kekuatan yang lebih besar lagi, dan juga akan memboikot kantor penguhubung (Wisma NTB) di jalan Garut, No.05, Menteng, Jakarta Pusat.
Mereka menambahkan, selain memboikot kantor penghubung NTB, kami juga akan melakukan boikot setiap ada aktiftas kedinasan Gubernur NTB di Jakarta” ungkap Budi dengan nada ancam. (Tim)


