Heboh...Dugaan Pemotongan PIP ' Mencekik ' Siswa Kurang Mampu
Cari Berita

Advertisement

Heboh...Dugaan Pemotongan PIP ' Mencekik ' Siswa Kurang Mampu

Rabu, 29 Januari 2020

 Foto Kepala Sekolah SDN Mpuri A.Rajak SP.d SD

PORTALNTB.TOP, | BIMA - Dugaan pemotongan bantuan siswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) pada salah satu sekolah di wilayah Kecamatan Madapangga Kabupaten Bima, baru baru ini terungkap.

Peristiwa  ini terjadi di SDN Mpuri Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Terungkapnya dugaan tersebut, berawal dari salah satu orang tua murid yang mengeluh atas dugaan pemotongan bantuan PIP milik anaknya yang dilakukan oleh oknum Kepala sekolah terkait yang sangat mencekik.

" saya tidak terima pemotong bantuan PIP terhadap anak saya sebesar Rp 200.000 dari total Rp 450.000. Ini sangat tidak wajar. " ungkapnya kepada pihak media  yang meminta namanya enggang dikorankan.

Peristiwa dugaan pemotongan bantuan PIP tersebut, lanjut orang tua murid korban, itu dijadikan alasan untuk kebutuhan pembngunan pagar sekolah termasuk pintu gerbang sekolah SDN itu. Dan sebelumnya, tidak ada kesepakatan awal." pintanya.

Atas dugaan tersebut, pihak A.Rajak S.Pd SD selaku Kepala sekolah terkait membantah tuduhan yang menyebutkan pemotongan.

" bukan pemotongan, tetapi kebersamaan dengan pihak orang tua murid yang diketahui oleh pihak ketua komite. Kemudian terkait dengan jumlah penerimaan bantuan PIP, hanya 74 siswa dari 137 orang siswa. 

Dari 74 siswa tersebut, sambung A.Rajak saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Kamis (30/1) sekitar pukul 10:00 Wita, untuk 60 peserta masing masing mendapat Rp 450.000, dan 14 pesertanya lagi Rp 225.000. 

Sementara terkait nilai dugaan pemotongan yang dilakukannya, pihak A.Rajak menyebutkan " untuk masing masing peserta yang mendapat nilai Rp 450.000 ' dipotong'  200.000 / siswa. Dan  14 peserta yang mendapat bantuan masing masing Rp 225.000 , 'dipotong ' 25.000 ribu. Dan terkait buku rekening milik masing masing siswa , A.Rajak mengakui dipegang oleh pihak sekolah.

Selain atas kebersamaan dengan pihak orang tua murid, pemotongan PIP untuk peserta didik yang bernilai fantastik tersebut, diakui oleh A. Rajak berdasarkan atas musawarah dengan pihak orang tua murid dan komite untuk kepentingan sarana pembangunan pagar sekolah." tutup A.Rajak.

Munculnya hal tersebut, pihak Drs. Syarifudin selaku Kepala UPT Dikbupora Kecamatan Mdapangga, Kabupaten Bima yang ditemui diruang kerjanya pada Kamis (30/1) me rasa kaget.

" oh itu ngga bisa apapun dalil alasannya. Yang namanya bantuan PIP, jangankan dipotong dengan nilai besar seperti itu, 1000 rupiah pun ngga bisa. saya akan panggil pihak kepala sekolah yang bersangkutan." tegas Sarif dengan kesal. (Tim)