Bima, Portalntb.top- Sedikitnya tiga oran warga Kecamatan Bolo digigit anjing gila pada Senin tanggal 2 Desember 2019, jam 05:30 Wita.
Peristiwa tersebut dialami oleh masing masing warga Yakni, Yolman Petrizal (37) warga RT 07 Desa Leu, H. Muhdar (66) warga RT 06 Desa Leu dan Fatimah warga RT 06 Desa Kananga Kecamatan bolo Kabupaten Bima NTB.
Menurut pengakuan korban (Yolman red), dirinya sedang jalan yakni mencari angin segar usai shalat subuh, tepatnya di jalan lintas sekitar Alfamart pada wilayah desa timu tiba tiba datang anjing dari samping kiri langsung menggigit betis kiri.
"Usai menggigit, anjing tersebut langsung kabur ke arah barat menuju Desa Leu," ujar Yolman.
Sementara Ciri ciri anjing tersebut warna merah maron dan kondisi sempoyongan serta ekor menjulur masuk ke bagian bawah perut.
"Anjing itu kurus serta kondisi mulut berbusa," tutur dia.
Peristiwa serupa juga dialami oleh Korban lainnya yakni H. Muhdar warga RT 06 Desa Leu.
" Sekitar pukul 05.50 Wita, saat keluar dari rumah hendak duduk di bangku, datang anjing menyerang namun saat itu dilawan hingga anjing tersebut belum berhasil menggigit. Kemudian, anjing tersebut semakin bringas, saat anjing menyerang kedua kali, saya menendang hingga anjing berhasil gigit betis bagian kanan. "Setelah itu, anjing masih menggigit hingga lutut bagian kanan hingga mengalami luka gigitan.
Karena tidak terima digigit anjing, korban menendangnya hingga terlempar ke tembok rumah warga. Kemudian anjing tersebut lari menuju arah ke barat.
"Setelah saya tendang anjing itu lari ke arah barat," jelas dia.
Selain dua orang itu, juga Fatimah warga RT 06 Desa Kananga juga menjadi korban digigit anjing yang sama. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.15 Wita. Dirinya menunggu mobil jurusan Dompu di Pertigaan Cabang Donggo dengan tujuan. menjual jajan di Pasar Dompu.
"Saya tidak sadar ada anjing. Mengetahui setelah digigit dan mengalami luka bagian kaki kanan tepatnya di betis. "Anjing menggigit dua kali yakni bagian depan dan belakang betis," tutur dia.
Setelah menggigit, anjing itu langsung kabur menuju arah Desa Rato. Kemudian warga sekitar berteriak dan mengejar.
"Ternyata anjing itu dalam pengejaran warga setelah menggigit warga lain. Saya melihat dengan pasti warga bawa senjata saat kejar anjing," tutupnya.
Akibat peristiwa tersebut, warga menuding pihak terkait yakni Kepala UPT Dinas Peternakan Kecamatan Bolo yang mana peran aktif penanganan anjing gila masih lamban.
Selain itu pihak keluarga korban merasa marah dan menuding KUPT Peternakan Kecamatan bolo pemimpin pencitraan Dan ' bodoh' . "Kesal mereka.(089)

