Bima, portalntb.top- Seminar pembangunan daerah Kabupaten Bima dengan thema “ Prospek Pembangunan Ekonomi Daerah Berbasis Komoditi Unggulan dan Dukungan Sosial Politik “ yang digelar di aula Vokasi Unram Bima pada hari Kamis ( 29/8) dihelat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Unsur FKPD, Kepala Bappeda Kabupaten Bima, Akademisi, Para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Bima, LSM, Dosen, Para Mahasiswa/ Mahasiswi. Empat orang narasumber masing masing Dr. M. Irwan Husein, MP, Dr. H. Darwis, M.Si serta Dr. Syarif Ahmad, SE,M.Si hadir untuk memberikan masukan atau pandangan tentang sesuatu hal yang diperbincangkan untuk mencari solusi dari permasalahan yang dihadapi.
Kegiatan yang menimbulkan pro dan kontrak diantara para aktifis saat itu, disebabkan tidak hadirnya pejabat Bupati dan Wakil Bupati bima sehingga menjadi ajang tontonan yang menarik.
Ratusan kursi kosong menjadi saksi bisu dalam kegiatan seminar itu berlangsung. Selain tidak berbobot, juga agenda pembahasan dilakukan tidak sesuai dengan sub tema awal.
Delian Lubis bersama sejumlah aktifis lain saat berada dilokasi setempat menilai kegiatan seminar pembangunan daerah yang berbasis komoditi unggulan merupakan bentuk pencitraan pemkab bima. Selain dalam hal itu, lanjut Delian lubis, ketidak hadiran Bupati dan wakil bupati bima dalam seminar tersebut merupakan suatu bentuk kebohongan publik dan tidak beretikad.
Bukan saja Lubis yang memiliki kritikan pedas, juga Dosen dari Fakultas Taman Siswa Kabupaten bima menghujat motto bima ramah tidak patut disebutkan karena telah kehilangan rohnya.
Dalam mewujudkan Bima RAMAH secara berkelanjutan, seminar pembangunan daerah yang disertai tiga tahun Kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima yang berlangsung sejak pukul 08:00 wita sangat disayangkan oleh sejumlah pihak ketika Kepala Bappeda Drs H.Mujakir M.Si meminta masyarakat untuk mampu meningkatkan pemahaman dan kesamaan persepsi dalam membangun Kabupaten Bima di masa yang akan datang.
Terkait pemahaman dan kesamaan presepsi dalam membangun kabupaten bima di masa yang akan datang sebagaiman yang diharapkan oleh Drs H.Muzakir , justru Delian Lubis menanggapinya itu sensasi .
" bagaimana bisa mengajak masyarakat untuk membangun daerah kabupaten bima berkelanjutan sementara Bupati dan wakil bupati bima sama sama ' goblok ' bahkan kepala Bappeda pun tak paham dalam seminar ini. Jadi wajar Bupati bima menghindar dari kegiatan seminar ini, karena takut dimintai pertanggung jawaban. Buktinya Dia yang mengundang kita , justru Dia lagi yang bersembunyi, jadi pantas disebut pemimpin bima adalah " Culas " terang Delian Lubis dengan kesal. (008)



