Bima, portalntba.top_ Proses pembangunan Pusat salinan terpadu ( Pustu) untuk pelayanan kesehatan masyarakat Desa Rada Kecamatan Bolo Kabupaten bima Provinsi NTB menjadi atensi sejumlah pihak termasuk salah satunya adalah para aktifis.
Pustu yang belum diketahui nilai anggaranya tersebut, dinilai banyak pihak merupakan dugaan sarat kepentingan politik 2020 ' Hj Indah Dhamayanti Putri SE.
Selain terbukti tidak memiliki papan nama atau nama CV pelaksanaanya, pembangunan Pustu tingkat desa nggembe yang berloksi sebelum masuk jembatan kantor Desa Rada tersebut tentu sangat kuat melahirkan dugaan praktek kong kalikong antara oknum pejabat dengan oknum terdekat sehingga dinilai sangat wajar untuk tidak dilakukan pemasangan papan.
Meski Nurjanah S.Kep selaku Kepala UPT Puskesmas Bolo Timur (PKM Red) tidak tahu menahu keberadaan pembangunan pustu setempat, namun kuat dugaan ada keterlibatan orang dalam Dinas kesehatan terkait. Dimana kata Nurjanah yang dikutip dari salah satu media online Kabar Oposisi bahwa proyek tersebut ditangani langsung oleh Dinas kesehatan Kabupaten. Artinya yang mengerjakan proyek pembangunan pustu tersebut diduga Kadis kesehatan terkait.
BERIKUT PERNYATAAN Nurjanah S.Kep sebagaimana yang dikutip dari salah satu media online Kabar Oposisi pada edisi Kamis kemarin (15/8/2019).
" pustu yang berlokasi di wilayah Kecamatan Bolo desa rada tersebut ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bima. "ungkapnya.
Pihak Nurjanah S.Kep terus berulang kali mengatakan, " saya tidak tahu mengenai seluk beluk pengerjaan proyek tersebut. Baik total anggaran, waktu pengerjaan dan sebagainya, karena pembangunan Pustu tersebut ditangani langsung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Ujarnya, Kamis (15/8/19).
Dijelaskan oleh Nurjanah bahwa memang proyek Pustu tersebut awalnya diusulkan oleh kita sesuai dengan kondisi Pustu di lapangan. Dari total 6 Pustu yang ada di Kecamatan Bolo, Pustu Rada yang mendapatkan pembangunan.
“Kami hanya mengusulkan, tapi tidak tahu soal pengerjaannya,” jelas Nurjanah.
Namun jika berkaitan dengan pelayanan kata dia, hal itu menjadi tanggung jawab pihak puskesmas setempat. Selama proses pembangunan Pustu dilakukan pelayanan kesehatan untuk warga setempat dialikan ke Polindes yang ada di desa setempat.
“Kalau soal pelayanan baru tanggung jawab kami,. " terrangnya (Can)
